KabarJawa.com— Siang di lereng Merapi berubah mencekam ketika gunung berapi paling aktif di Indonesia itu kembali meluncurkan awan panas guguran sejauh 1.500 meter ke arah hulu Kali Krasak.
Laporan resmi MAGMA-VAR Badan Geologi Kementerian ESDM mencatat kejadian itu terjadi sekitar pukul 13.32 WIB, dengan amplitudo maksimum 35 mm dan durasi 172 detik.
Guguran awan panas ini menjadi peringatan nyata bahwa Gunung Merapi masih berada pada Level III (Siaga) sejak 5 November 2020.
Cuaca Sekitar Merapi
Dari hasil pengamatan periode 28 Oktober 2025 pukul 06.00–12.00 WIB, tim Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat cuaca di sekitar Merapi tampak mendung. Angin bertiup tenang ke arah timur dengan suhu udara berkisar 21,4–24,4°C.
Kelembapan udara tinggi, mencapai 93 persen, seolah menjadi pertanda bahwa raksasa batu itu tengah bersiap melepas energi.
Visual puncak Merapi tertutup kabut dengan intensitas 0–III. Asap kawah nihil, tapi aktivitas kegempaan di perut gunung menunjukkan pergerakan magma yang terus berlangsung.
Sebanyak 27 kali gempa guguran dan 15 kali gempa hybrid/fase banyak tercatat sepanjang periode pengamatan pagi. Setiap getaran menjadi isyarat bahwa magma di dalam tubuh Merapi masih aktif mencari jalan keluar.
Awan Panas Meluncur dari Puncak
Tepat menjelang siang, guguran besar teramati mengarah ke Kali Sat/Putih dengan jarak luncur sekitar 1.300 meter.
Tak lama berselang, sistem pemantauan mendeteksi peristiwa yang lebih besar, awan panas guguran (APG) sejauh 1.500 meter ke arah hulu Kali Krasak.
Kepala BPPTKG Agus Budi Santosa melalui laporan MAGMA-VAR menegaskan, suplai magma masih terus terjadi di dapur magma Merapi.
Kondisi ini memungkinkan munculnya awan panas baru sewaktu-waktu di dalam radius potensi bahaya.
Masyarakat di sekitar Merapi sebaiknya tidak melakukan aktivitas apa pun di wilayah potensi bahaya. Daerah berisiko itu meliputi sektor selatan-barat daya dan Sungai Boyong sejauh 5 km, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga 7 km dari puncak.
“Sektor tenggara: Sungai Woro sejauh 3 km, dan Sungai Gendol hingga 5 km,” ujarnya.
Sementara itu, lontaran material vulkanik jika terjadi letusan eksplosif bisa menjangkau radius 3 km dari puncak. PVMBG menegaskan, semua kegiatan di area tersebut wajib dihentikan demi keselamatan.
Meski suara gemuruh tidak selalu terdengar, warga di Kaliurang, Cangkringan, dan sekitarnya merasakan ketegangan.
Udara terasa lebih panas, hembusan angin membawa aroma khas belerang samar. Beberapa warga memilih memantau aktivitas gunung dari kanal resmi Badan Geologi di Instagram dan WhatsApp Channel.
Agus Budi, menambahkan aktivitas gunung api periode ini, menegaskan bahwa Merapi saat ini masih stabil pada Level III (Siaga). Artinya, potensi erupsi besar belum terlihat, tetapi aktivitas guguran dan awan panas bisa muncul sewaktu-waktu.
“Data kegempaan menunjukkan suplai magma masih berlangsung. Kami imbau masyarakat tetap waspada dan tidak beraktivitas di zona bahaya,” ujarnya dalam laporan tertulis.
Ia juga meminta warga agar mewaspadai potensi lahar dingin ketika hujan mengguyur lereng Merapi, sebab material vulkanik masih banyak menumpuk di alur sungai.
BPPTKG mengingatkan masyarakat untuk terus memantau informasi resmi melalui situs magma.esdm.go.id dan kanal media sosial @badan.geologi. (ef linangkung)
News
Berita
News Flash
Blog
Technology
Sports
Sport
Football
Tips
Finance
Berita Terkini
Berita Terbaru
Berita Kekinian
News
Berita Terkini
Olahraga
Pasang Internet Myrepublic
Jasa Import China
Jasa Import Door to Door
Gaming center adalah sebuah tempat atau fasilitas yang menyediakan berbagai perangkat dan layanan untuk bermain video game, baik di PC, konsol, maupun mesin arcade. Gaming center ini bisa dikunjungi oleh siapa saja yang ingin bermain game secara individu atau bersama teman-teman. Beberapa gaming center juga sering digunakan sebagai lokasi turnamen game atau esports.
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.