KabarJawa.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah belakangan diketahui akan menghadapi ancaman cuaca ekstrem yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.
Guna meminimalisir dampak bencana, Pemprov Jateng mengambil langkah taktis dengan menerapkan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC). Langkah ini dinilai sebagai respons cepat untuk mengurangi intensitas hujan yang tinggi di wilayah-wilayah rawan.
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, menegaskan bahwa operasi ini dilakukan secara intensif dan terkoordinasi.
Fokus Lokasi dan Jadwal Modifikasi Cuaca
Berdasarkan keterangannya, diketahui bahwa rincian pelaksanaan rekayasa cuaca antara lain sebagai berikut.
- Jadwal Pelaksanaan: Operasi modifikasi cuaca dijadwalkan berlangsung mulai tanggal 15 hingga 20 Januari 2026.
- Wilayah Prioritas: Fokus utama penyemaian awan dilakukan di tiga kabupaten yang dinilai krusial, yaitu:
- Kabupaten Jepara
- Kabupaten Kudus
- Kabupaten Pati
Adapuhn tujuan operasi ini dinilai sebagai ikhtiar untuk memecah konsentrasi awan hujan. Tujuannya agar curah hujan tidak terpusat di satu wilayah saja, sehingga risiko genangan air dan banjir dapat ditekan seminimal mungkin.
“Hingga tanggal 20 (Januari), kita melakukan rekayasa cuaca di beberapa daerah, yang paling utama di Kabupaten Jepara, Kudus, dan Pati,” ucap Taj Yasin, dilansir KabarJawa.com pada Sabtu, 17 Januari 2026.
Libatkan Helikopter hingga Biaya yang Tak Sedikit
Sosok yang juga sering disapa Gus Yasin itu juga menjelaskan bahwa upaya modifikasi cuaca ini bukanlah perkara mudah dan murah. Operasi ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit karena melibatkan teknologi tinggi dan armada udara.
Pemprov pun akan mengerahkan helikopter yang diterbangkan beberapa kali ke langit wilayah sasaran untuk melakukan penyemaian garam pada awan potensial.
Sementara itu, khusus untuk wilayah Pati, armada helikopter dikerahkan secara intensif untuk mengatur distribusi awan hujan. Harapannya, hujan tidak turun berlebihan di satu titik yang bisa memperparah kondisi banjir yang sudah ada.
Padukan Ikhtiar Teknis dan Doa
Selain upaya teknis melalui modifikasi cuaca, Gus Yasin juga menekankan pentingnya pendekatan spiritual. Wagub pun mengajak jemaah untuk turut mendoakan keselamatan warga Jawa Tengah.
Sementara, secara khusus, Gus Yasin juga memohon doa bagi wilayah Kabupaten Kendal yang saat ini juga sedang terdampak banjir agar kondisi segera membaik.
“Saya mohon Jawa Tengah, termasuk Kendal yang sedang kebanjiran, untuk didoakan,” ujarnya.
Hingga 20 Januari
Jadi kesimpulannya, Pemprov Jateng akan melakukan modifikasi cuaca di Jepara, Kudus, dan Pati hingga tanggal 20 Januari 2026.
Adapun langkah ini dinlai sebagai bentuk ikhtiar nyata mengurangi dampak cuaca ekstrem. Namun, keberhasilan upaya teknologi ini tetap harus diiringi dengan kewaspadaan dan doa dari seluruh masyarakat.****
News
Berita Teknologi
Berita Olahraga
Sports news
sports
Motivation
football prediction
technology
Berita Technologi
Berita Terkini
Tempat Wisata
News Flash
Football
Gaming
Game News
Gamers
Jasa Artikel
Jasa Backlink
Agen234
Agen234
Agen234
Resep
Download Film
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.