KABAR JAWA – Perayaan kemerdekaan Indonesia tahun ini kembali diramaikan dengan persembahan musik dari Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat.
Melalui Konser Kamardikan 2025, Yogyakarta Royal Orchestra (YRO) menghadirkan sajian musik spesial untuk memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia sekaligus menandai berakhirnya pameran temporer Hamong Nagari.
Acara ini akan digelar pada Sabtu, 23 Agustus 2025 pukul 19.00 WIB di Monumen Yogya Kembali (Monjali), Yogyakarta.
Konser terbuka untuk umum dengan tiket gratis melalui sistem reservasi yang dibuka sejak awal Agustus.
Bagi masyarakat yang tidak hadir langsung, acara juga dapat disaksikan secara daring lewat kanal YouTube Kraton Jogja.
Monjali Dipilih sebagai Simbol Perjuangan
Tahun ini, konser mengambil lokasi di Monumen Yogya Kembali. Pilihan tersebut bukan tanpa alasan. Menurut KPH Notonegoro, penghageng Kawedanan Kridhamardawa Keraton Yogyakarta, Monjali dipilih karena nilai sejarahnya yang erat dengan perjuangan bangsa.
“Setelah Konser Kamardikan tahun 2024 digelar di Museum Benteng Vredeburg, tahun ini kami menggelar Konser Kramardikan di Monumen Yogya Kembali. Monumen ini kan didirikan untuk memperingati peristiwa berfungsinya kembali Yogyakarta sebagai Ibu Kota Republik Indonesia pasca peristiwa Agresi Militer Belanda II. Semangat perjuangan yang dihadirkan Monjali ini selaras dengan nafas Konser Kamardikan, sehingga kami memilih Monumen Yogya kembali sebagai tempat penyelenggaraan konser tahun ini,” ungkapnya.
Deretan Penampilan dan Kolaborasi
Konser Kamardikan 2025 akan membawakan 12 lagu bertema perjuangan, persatuan, dan kebangsaan. RW. Widyogunomardowo akan bertindak sebagai kondakter, memimpin Yogyakarta Royal Orchestra bersama Yogyakarta Royal Choir.
Beberapa nomor akan dilengkapi dengan cokekan dan sinden dari Kawedanan Kridhamardawa, termasuk tembang Jawa Kuwi Apa Kuwi dan Ketawang Ibu Pretiwi.
Tak hanya itu, konser juga menghadirkan kolaborasi khusus. Pianis Rachel Nadia Abiela akan tampil sebagai solois dalam lagu Melati di Tapal Batas dan Indonesia Tetap Merdeka, sementara Brian Prasetyoadi dan Win Yovina Thopandi akan memperkuat sisi vokal dengan membawakan sejumlah nomor lagu nasional.
Antusiasme Penonton Membludak
Tingginya minat masyarakat terlihat dari cepatnya tiket habis terdistribusi. MJ. Brongtowaditro, pimpinan produksi Konser Kamardikan 2025, menjelaskan bahwa tiket ludes hanya dalam hitungan menit pada setiap tahap reservasi.
“Antusias penonton benar-benar luar biasa. Kemarin kami buka reservasi di awal Agustus sampai 3 tahap, tahap pertama untuk penonton luar DIY kuota 500 tiket tapi yang antri ketika dibuka secara online hingga seribu orang. Tahap kedua reservasi online juga dengan kuota 1000 tiket, ini antrian onlinenya sampai hampir 2000 orang. Lalu yang ketiga kemarin kami buka reservasi offline selama 2 hari di Keraton Yogyakarta mulai jam 06.00 pagi, perhari kuotanya 250 orang juga, ini baru jam 6 lewat 5 menit kuotanya sudah habis. Total 2000 tiket untuk saat ini sudah habis tersebar,” paparnya.
Untuk mengantisipasi lonjakan penonton, panitia menetapkan aturan bahwa e-tiket yang tidak ditukarkan hingga pukul 19.00 WIB akan dianggap hangus dan kursinya diberikan kepada penonton go-show.
Penonton tanpa kursi tetap dapat menyaksikan konser melalui layar LED yang dipasang di area Taman Lampion Monjali. Guna menjaga kenyamanan, pihak pengelola Monjali juga akan menutup pintu museum pada pukul 19.30 WIB.
Harapan untuk Persatuan dan Inspirasi
Selain menjadi hiburan, konser ini juga diharapkan memperkuat nilai kebangsaan. “Kami harap dengan digelarnya Konser Kamardikan 2025 ini semakin mengukuhkan semangat persatuan sekaligus menjadi momentum refleksi atas jasa dan perjuangan para pahlawan. Persembahan kami dari Yogyakarta Royal Orchestra ini semoga bisa membawa inspirasi dan manfaat tak hanya bagi warga Yogyakarta, namun untuk Indonesia,” tutur KPH Notonegoro.
Penutup Pameran Hamong Nagari dan Peluncuran Situs Wisata
Selain perayaan kemerdekaan, konser juga menjadi penanda berakhirnya pameran Hamong Nagari yang telah berlangsung enam bulan. P
ameran yang digelar oleh Kawedanan Hageng Punakawan Nitya Budaya Keraton Yogyakarta ini berhasil menarik lebih dari 220.000 pengunjung.
Mengusung tema “Hamong Nagari”, pameran menyoroti peran aparatur nagari Yogyakarta dalam melayani masyarakat, dengan menampilkan koleksi bersejarah tentang dedikasi abdi dalem Keraton. Nyi R.R.y. Noorsundari, Carik Kawedanan Radyakartiyasa, menyampaikan, “Seperti tahun-tahun lalu, penutupan pameran awal tahun selalu ditutup bersamaan dengan pergelaran Konser Kamardhikan YRO.”
Ia menambahkan, “Kami berharap tema Hamong Nagari dapat menjadi momentum bagi para abdi negara maupun masyarakat awam untuk bertanggung jawab dalam melaksanakan setiap peraturan yang ada.”
Bersamaan dengan penutupan pameran, Keraton Yogyakarta juga meluncurkan situs resmi pariwisata baru, tourism.kratonjogja.id. Situs ini menyajikan informasi lengkap mengenai sejarah, kegiatan, hingga pemesanan tiket wisata Keraton, yang diharapkan dapat mempermudah akses masyarakat maupun wisatawan.
“Situs ini berisikan informasi lengkap mengenai sejarah, kegiatan, dan pemesanan tiket, sehingga akan mempermudah wisatawan yang ingin berkunjung,” jelas Nyi Noorsundari.
Langkah ini menjadi strategi Keraton dalam meningkatkan transparansi informasi serta memperkuat promosi pariwisata budaya di Yogyakarta.***
Game News
Game Center
Game News
Review Film
Rumus Matematika
Anime Batch
Berita Terkini
Berita Terkini
Berita Terkini
Berita Terkini
review anime
Gaming Center
Gaming Center
Gaming center adalah sebuah tempat atau fasilitas yang menyediakan berbagai perangkat dan layanan untuk bermain video game, baik di PC, konsol, maupun mesin arcade. Gaming center ini bisa dikunjungi oleh siapa saja yang ingin bermain game secara individu atau bersama teman-teman. Beberapa gaming center juga sering digunakan sebagai lokasi turnamen game atau esports.
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.