KabarJawa.com – Bagi Anda warga Jawa Timur yang sedang menikmati akhir pekan atau bersiap memulai aktivitas minggu depan, disarankan untuk lebih waspada.
Sebab, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda baru saja mengeluarkan peringatan dini yang cukup serius. Dalam pengumumannya, disebutkan bahwa sebagian besar wilayah Jawa Timur kini resmi memasuki fase puncak musim hujan.
BMKG pun memprakirakan bahwa selama 10 hari ke depan, tepatnya pada periode 11 hingga 20 Januari 2026, wilayah Jawa Timur akan “dikepung” oleh potensi cuaca ekstrem. Kondisi ini bukan sekadar hujan biasa, melainkan berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi yang nyata.
Mengapa Cuaca Menjadi Sangat Ekstrem?
Apa yang sebenarnya terjadi di langit Jawa Timur? Menurut analisis BMKG, saat ini sedang terjadi “pesta” fenomena atmosfer yang berkumpul menjadi satu.
Pertama, adanya Monsun Asia yang aktif membawa massa udara basah. Kedua, adanya pola pertemuan angin atau konvergensi. Ketiga, dan yang paling signifikan, adalah melintasnya gelombang atmosfer bernama Madden Julian Oscillation (MJO) di langit Jawa Timur.
Kondisi ini diperparah dengan suhu muka laut di perairan Selat Madura yang masih hangat. Kombinasi faktor-faktor ini membuat atmosfer lokal menjadi sangat labil dan memicu pertumbuhan awan-awan konvektif (awan hujan) yang masif. Awan inilah yang berpotensi menumpahkan hujan lebat disertai petir menggelegar dan angin kencang.
Daftar Wilayah yang Diprediksi Terdampak
BMKG Juanda mencatat daftar panjang daerah yang berpotensi terdampak. Bisa dibilang, hampir seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur masuk dalam radar peringatan ini.
Berikut adalah wilayah yang diprediksi akan diguyur hujan sedang hingga lebat disertai potensi angin kencang dan petir:
- Wilayah Metropolitan & Pantura: Kota Surabaya, Kab. Sidoarjo, Kab. Gresik, Kab. Lamongan, Kab. Tuban, Kab. Bojonegoro, Kota & Kab. Pasuruan, Kota & Kab. Probolinggo.
- Wilayah Tapal Kuda: Kab. Banyuwangi, Kab. Bondowoso, Kab. Jember, Kab. Situbondo, Kab. Lumajang.
- Wilayah Malang Raya & Sekitarnya: Kota Malang, Kab. Malang, Kota Batu.
- Wilayah Mataraman: Kota & Kab. Kediri, Kota & Kab. Madiun, Kab. Nganjuk, Kab. Ngawi, Kab. Magetan, Kab. Ponorogo, Kab. Trenggalek, Kab. Tulungagung, Kab. Pacitan, Kota & Kab. Blitar, Kab. Jombang.
- Wilayah Mojokerto: Kota & Kab. Mojokerto.
- Wilayah Madura: Kab. Bangkalan, Kab. Sampang, Kab. Pamekasan, Kab. Sumenep.
Potensi Banjir hingga Hujan Es
Dampak dari cuaca ekstrem ini cukup beragam. Melalui Instagram resmi @infobmkgjuanda, BMKG Juanda mengingatkan soal potensi terjadinya banjir bandang dan tanah longsor, terutama bagi warga yang tinggal di wilayah dengan topografi curam, pegunungan, atau tebing.
Selain itu, bagi masyarakat perkotaan, ancaman angin kencang dan puting beliung dapat menyebabkan pohon tumbang yang membahayakan pengendara. Fenomena hujan es juga mungkin terjadi di beberapa titik lokal.
“BMKG Juanda menghimbau agar waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat menimbulkan dampak bencana, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, dan pohon tumbang,” demikian keterangan BMKG, dilansir KabarJawa.com pada Minggu, 11 Januari 2026.
Imbauan bagi Masyarakat
Selama 10 hari ke depan, warga masyarakat instansi diimbau untuk senantiasa memantau informasi cuaca terkini sebelum beraktivitas.
Kemudian, mewaspadai jalan licin dan jarak pandang yang berkurang drastis saat hujan deras turun. Selain itu, juga melakukan langkah antisipasi seperti membersihkan saluran air dan memangkas dahan pohon yang rapuh.
Walaupun demikian, BMKG juga mengimbau agar warga masyarakat tidak panik dalam menghadapi kondisi cuaca di wilayahnya.
“Tetap tenang dan waspada, serta utamakan keselamatan,” ucapnya.
Waspada Cuaca Ekstrem
Jadi kesimpulannya, berdasarkan pengumuman BMKG Jatim, potensi cuaca ekstrem akan terjadi pada 11 hingga 20 Januari 2026.
Adapun beberapa wilayah yang perlu mewaspadai potensi dampak fenomena alam tersebut meliputi Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan. Selain itu, ada pula wilayah lain seperti yang sudah dijelaskan di atas.
Dan bagi warga masyarakat, intinya adalah tetap tenang, waspada serta menguatamakan keselamatan diri maupun orang di sekitarnya.***
News
Berita Teknologi
Berita Olahraga
Sports news
sports
Motivation
football prediction
technology
Berita Technologi
Berita Terkini
Tempat Wisata
News Flash
Football
Gaming
Game News
Gamers
Jasa Artikel
Jasa Backlink
Agen234
Agen234
Agen234
Resep
Download Film
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.