KabarJawa.com – Para peserta pelatihan di Pintar Kemenag kini bisa mengakses materi baru yang bernama “Kurikulum Berbasis Cinta” atau KBC.
Adapun dalam pelatihan yang akan digelar hingga 28 April 2026 ini, peserta harus menjawab sejumlah pertanyaan pilihan ganda yang berkaitan dengan berbagai macam materi, salah satunya yaitu soal Beda is not Bad.
Di dalamnya juga tersedia menjadi lima bagian, dan section atau modul 6.15 menjadi yang terakhir dan berisi beragam pertanyaan yang bakal menguji pengetahuan peserta.
Dan bagi Anda yang hendak mempelajarinya, berdasarkan informasi yang dihimpun KabarJawa.com, berikut adalah soal dan kunci jawaban yang bisa Anda jadikan referensi.
Soal dan Kunci Jawaban Modul 6.15 Beda is not Bad di Pintar Kemenag 2026
1. Apa hasil yang diharapkan jika guru dan murid saat berdiskusi sama-sama berada dalam mode bagian otak Neokorteks “Pawang”?
A. Keduanya akan merasa bosan karena terlalu logis.
B. Terjadinya perdebatan panjang tanpa henti.
C. Salah satu pihak harus ada yang mengalah dengan rasa dendam
D. Terciptanya solusi kreatif dan hubungan yang harmonis.
Kunci Jawaban: D
2. Dalam permainan Corenglah Mukaku, peserta yang diberi corengan mulai dipersepsikan berbeda meskipun corengan tersebut muncul hanya karena pilihan sederhana.
Fenomena tersebut paling tepat menggambarkan prasangka karena …
A. Perbedaan pilihan memunculkan dinamika sosial dalam kelompok
B. Penilaian terhadap individu dibentuk sebelum mengenal karakter dan perilakunya
C. Peserta cenderung mengikuti keputusan kelompok mayoritas
D. Corengan menimbulkan reaksi emosional yang beragam di antara peserta
Kunci Jawaban: B
3. Seorang guru memasang “Poster Cuaca Hati” di kelas agar murid bisa menempelkan stiker perasaan yang dialaminya pada setiap pagi hari.
Strategi tersebut, bertujuan untuk membangun …
A. Iklim kelas yang kaku dan formal.
B. Kedisiplinan murid untuk datang tepat waktu.
C. Kesadaran diri murid untuk mengenali dan menerima emosinya.
D. Persaingan antar murid yang merasa paling bahagia.
Kunci Jawaban: C
4. Berdasarkan Konsep “5 Tipe Koneksi”, apabila seorang siswa menunjukkan ketergantungan tinggi pada guru, maka tipe koneksi yang dominan adalah …
A. Penghukum
B. Teman
C. Pembuat rasa bersalah
D. Mentor
Kunci Jawaban: D
5. Di sebuah kota, terjadi kerusuhan antara dua kelompok yang berasal dari suku dan agama yang berbeda. Kerusuhan tersebut dipicu oleh prasangka buruk yang telah berkembang di antara kedua kelompok. Banyak orang yang terlibat hanya karena mereka mendengar cerita dari orang lain tanpa memahami situasi secara mendalam.
Sebagai seorang pemimpin di masyarakat, langkah yang paling tepat yang harus Anda lakukan untuk mencegah kerusuhan lebih lanjut adalah:
A. Mencari informasi tentang siapa profokatornya dan segera mengambil tindakan tegas, bila perlu dengan kekerasan.
B. Memberikan hukuman kepada orang yang memicu kerusuhan agar mereka tidak mengulanginya, namun tanpa mengedukasi masyarakat secara keseluruhan.
C. Membatasi interaksi antara kedua kelompok tersebut agar mereka tidak saling bertemu dan tidak terjadi konflik lebih lanjut.
D. Mengedukasi masyarakat tentang bahaya prasangka dan mendorong mereka untuk saling berdialog untuk memahami satu sama lain.
Kunci Jawaban: D
6. Seorang guru berkata, “Ibu perhatikan laporanmu sangat menarik, namun akan lebih optimal jika kamu bisa menyesuaikan formatnya dengan rubrik agar nilai kamu maksimal”.
Elemen Jurus Burger yang sedang diterapkan oleh guru tersebut adalah …
A. Koneksi akhir (kepercayaan/harapan)
B. Validasi tindakan yang salah
C. Koreksi di tengah (umpan balik konstruktif)
D. Koneksi awal (apresiasi)
Kunci Jawaban: C
7. (Peristiwa + Respons Outcome), faktor Dalam rumus manakah yang paling bisa kita kendalikan? P + R = 0
A. Hasil akhir (O) yang ditentukan oleh orang lain.
B. Peristiwa (P) yang menimpa kita.
C. Tidak ada yang bisa dikendalikan.
D. Respons (R) yang kita berikan terhadap peristiwa tersebut.
Kunci Jawaban: D
8. Seorang guru mendapati siswanya tidak mengerjakan tugas. Guru tersebut berkata, “Kamu ini selalu saja membuat Ibu kecewa, padahal Ibu sudah berusaha mengajar dengan baik, tapi kamu malah malas-malasan begini. Apa kamu tidak kasihan melihat Ibu?”
Berdasarkan materi 5 Tipe Koneksi, apa dampak jangka panjang yang paling mungkin dirasakan oleh siswa tersebut?
A. Siswa akan belajar untuk berbohong atau menyangkal perbuatannya demi menghindari rasa bersalah.
B. Siswa akan menjadi lebih agresif dan berani memberontak kepada guru.
C. Siswa akan mulai berefleksi dan mengevaluasi diri untuk memperbaiki kesalahannya.
D. Siswa akan merasa rendah diri dan cenderung merasa tidak berharga.
Kunci Jawaban: D
9. Jika ada seorang murid yang mampu bekerja sama dengan temannya yang berbeda suku, agama, dan budaya dalam sebuah proyek kelas yang ditugaskan oleh guru, mengindikasikan bahwa murid tersebut telah memiliki kemampuan …
A. Relationship Skills
B. Cinta Tanah Air
C. Self Management
D. Self Awareness
Kunci Jawaban: A
10. Pada perayaan Imlek, saya diundang menghadiri pertunjukan Barongsai dan kesenian lainnya. Sikap yang saya ambil adalah …
A. Mengikuti acara dengan setengah hati, karena saya tidak terlalu tertarik dengan budaya selain budaya saya sendiri.
B. Menghargai dan menikmati perayaan tersebut sebagai bentuk penghormatan terhadap kebudayaan lain, serta belajar lebih banyak tentang keberagaman yang ada.
C. Menghindari perayaan tersebut karena saya merasa budaya tersebut tidak sesuai dengan tradisi saya.
D. Hanya hadir sebagai formalitas tanpa berpartisipasi dalam kegiatan apa pun, karena saya tidak ingin terlalu terlibat.
Kunci Jawaban: B
Perlu diingat bahwa soal dan kunci jawaban di atas hanyalah referensi, sebab soal yang sesungguhnya bisa berbeda-beda.
Nah, itulah tadi kumpulan kunci jawaban modul 6.15 di platform Pintar Kemenag 2026 yang bisa Anda jadikan bahan ajar di rumah.***
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.