KabarJawa.com — Perayaan Mahashivaratri 2026 digelar di kompleks Candi Prambanan pada 16 Februari 2026 melalui rangkaian Prambanan Shiva Festival.
Untuk pertama kalinya, perayaan dilaksanakan secara besar dengan melibatkan umat, pemerintah, dan masyarakat luas dalam konsep living monument.
Rangkaian acara diawali kirab budaya sejauh lima kilometer dari Candi Kedulan menuju pelataran Shiva Grha.
Peserta membawa air suci dari 36 provinsi serta sembilan candi di Nusantara sebagai simbol keterhubungan lintas wilayah dan generasi.
Kirab dan Ritual Maha Gangga Tirta Gamana
Kirab juga membentangkan bendera Merah Putih sepanjang 1.000 meter.
Setibanya di pelataran, 35 sulinggih memimpin ritual Maha Gangga Tirta Gamana dengan menyucikan air yang dibawa peserta.
Prosesi tersebut menjadi bagian dari rangkaian penyucian diri dan doa bersama. Umat mengikuti dengan khidmat hingga malam hari.
Penyalaan 1.008 Dipa dan Abhisekam
Saat puncak acara, 1.008 dipa atau pelita dinyalakan serentak di kawasan Shiva Grha.
Cahaya pelita memantul di relief dan batu candi yang telah berdiri lebih dari satu milenium.
Pertunjukan video mapping turut ditampilkan untuk memperkuat pesan visual tanpa menghilangkan unsur sakral.
Ritual kemudian dilanjutkan dengan upacara Abhisekam hingga menjelang fajar.
Dukungan Pemerintah dan Diplomasi Budaya
Wakil Menteri Pariwisata RI, Ni Luh Puspa, menyatakan pentingnya menjaga keseimbangan antara pelestarian nilai spiritual dan penguatan sektor pariwisata.
Ia menilai festival ini menunjukkan situs warisan budaya dapat berfungsi sebagai ruang ibadah sekaligus destinasi budaya.
Direktur InJourney Destination Management, Febrina Intan, menyebut kegiatan ini dirancang sebagai ruang pertemuan antara spiritualitas, seni, dan budaya yang inklusif.
Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, mengapresiasi penyelenggaraan Mahashivaratri di Prambanan.
Ia menyatakan akan mendorong wisatawan India untuk berkunjung ke Yogyakarta dan menyaksikan warisan budaya tersebut.
Ketua Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat, Wisnu Bawa Tenaya, menilai perayaan ini menjadi momentum memperkuat persatuan bangsa melalui pendekatan spiritual dan kebudayaan.
Kolaborasi Lintas Lembaga
Mahashivaratri 2026 diselenggarakan melalui kolaborasi Kementerian Pariwisata RI, Kementerian Agama RI melalui Dirjen Bimas Hindu, Kementerian Kebudayaan, PHDI, InJourney Destination Management, Tim Pemanfaatan Candi Prambanan, serta dukungan Pertamina Patra Niaga.
Penyelenggara menegaskan konsep living monument sebagai pendekatan pengelolaan situs bersejarah yang tetap sakral sekaligus relevan dengan perkembangan zaman.
Perayaan berakhir saat fajar menyingsing, menandai selesainya rangkaian ritual Mahashivaratri 2026 di Candi Prambanan.
News
Berita Teknologi
Berita Olahraga
Sports news
sports
Motivation
football prediction
technology
Berita Technologi
Berita Terkini
Tempat Wisata
News Flash
Football
Gaming
Game News
Gamers
Jasa Artikel
Jasa Backlink
Agen234
Agen234
Agen234
Resep
Download Film
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.