Viralterkini.id, Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan mutasi dan rotasi terhadap sejumlah perwira Polri. Kebijakan tersebut tertuang dalam tiga Surat Telegram Kapolri yang diterbitkan pada 30 Agustus 2026.

Ketiga surat tersebut yakni ST/1877/VIII/KEP./2026, ST/1878/VIII/KEP./2026, dan ST/1879/VIII/KEP./2026. Sejumlah jabatan strategis di lingkungan Polri turut mengalami pergantian dalam rotasi tersebut. Mutasi melalui tiga Surat Telegram itu juga diberitakan pada 30 Agustus 2026.
Salah satu perwira yang mendapatkan penugasan baru adalah Kombes Pol Sumardji, S.H. Ia sebelumnya menjabat sebagai Kepala Subdirektorat Buku Pemilik Kendaraan Bermotor atau Kasubdit BPKB Direktorat Registrasi dan Identifikasi Korlantas Polri.
Melalui rotasi terbaru, Sumardji dipercaya mengemban jabatan sebagai Kasubdit STNK Ditregident Korlantas Polri. Sebelumnya, kiprah Sumardji sebagai Kasubdit BPKB juga tercatat dalam sejumlah kegiatan resmi Korlantas Polri, termasuk penguatan digitalisasi pelayanan registrasi kendaraan bermotor. Korlantas Polri




Penugasan tersebut menambah panjang perjalanan karier Sumardji. Namanya tidak hanya dikenal di Korps Bhayangkara, tetapi juga sangat lekat dengan dunia sepak bola nasional.
Berasal dari Keluarga Buruh Tani
Sumardji lahir di Pace, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada 12 Februari 1972. Memasuki usia 54 tahun, ia telah menempuh perjalanan panjang hingga menyandang pangkat Komisaris Besar Polisi.
Kombes merupakan pangkat tertinggi dalam kelompok perwira menengah Polri. Pangkat tersebut berada satu tingkat di atas Ajun Komisaris Besar Polisi atau AKBP dan satu tingkat di bawah Brigadir Jenderal Polisi. Tanda pangkat Kombes ditandai dengan tiga bunga melati berwarna emas.
Sumardji merupakan anak terakhir dari tujuh bersaudara. Kedua orang tuanya bekerja sebagai buruh tani. Masa kecilnya dihabiskan di Nganjuk dengan mengenyam pendidikan di SD Embat-embat, SMP di Loceret, dan SMA Diponegoro Nganjuk.
Setelah lulus SMA pada 1992, Sumardji mendaftarkan diri sebagai Bintara Polri di Sekolah Polisi Negara atau SPN Mojokerto. Keputusan tersebut menjadi pintu awal perjalanan kariernya di kepolisian.
Pernah Mencuci Mobil dan Mengepel Rumah Dinas
Setelah menyelesaikan pendidikan di SPN, Sumardji mendapatkan penugasan di Satwalprod Polda Jawa Timur. Ia kemudian pernah ditempatkan di rumah dinas Kapolda Jawa Timur.
Dalam wawancara pada 2021, Sumardji secara terbuka mengisahkan tugas-tugas sederhana yang pernah dijalaninya ketika masih berpangkat rendah.
“Sehari-hari saya tugasnya mencuci mobil, mengepel rumah, menyemir sepatu, dan sebagainya di rumah dinas. Cukup lama saya di situ,” tutur Sumardji kala itu.
Ia menjalankan tugas tersebut sejak masa kepemimpinan Kapolda Jawa Timur Emon Rifai hingga Rusman Hadi. Ketika Rusman Hadi kemudian dipercaya menjadi Kapolri, Sumardji yang saat itu masih berpangkat Serda diajak bertugas ke Jakarta.
Perjalanan tersebut memperlihatkan bahwa karier Sumardji benar-benar dirintis dari bawah. Berbagai pekerjaan yang pernah dilakukannya menjadi bagian penting dalam membentuk kedisiplinan dan ketangguhannya.
Karier Kepolisian Terus Menanjak
Pada 1999, Sumardji mengikuti pendidikan Sekolah Calon Perwira atau Secapa Polri dan menyelesaikannya pada 2001. Ia kemudian bertugas di Polwiltabes Surabaya, yang kini bernama Polrestabes Surabaya.
Kariernya terus berkembang setelah mendapatkan penugasan di bidang lalu lintas dan kembali ke Polda Jawa Timur. Sumardji kemudian dipercaya menduduki sejumlah jabatan strategis.
Ia pernah menjadi Kasubdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya, Wakil Direktur Polisi Perairan dan Udara Polda Metro Jaya, Kapolresta Sidoarjo pada 2020, serta Direktur Lalu Lintas Polda Bengkulu pada 2021. Riwayat jabatan tersebut juga tercatat dalam sejumlah profil publik tentang Sumardji. Detikcom
Setelah itu, Sumardji ditarik ke Korlantas Polri dan dipercaya menjadi Kasubdit BPKB Ditregident. Kini, ia mendapatkan amanah baru sebagai Kasubdit STNK Ditregident Korlantas Polri.
Aktif Mengurus Sepak Bola Indonesia
Di luar kepolisian, Sumardji juga mempunyai kiprah panjang dalam sepak bola. Keterlibatannya bermula ketika ia ditunjuk oleh Irjen Pol (Purn) Condro Kirono untuk membantu mengelola Bhayangkara FC, yang ketika itu masih bernama PS Polri.
Pada 2016, Sumardji dipercaya menjadi asisten manajer. Ia kemudian naik menjadi manajer dan pernah menduduki posisi Chief Operating Officer atau COO Bhayangkara FC.
Bersama Bhayangkara FC, Sumardji turut merasakan keberhasilan menjuarai Liga 1 Indonesia pada 2017. Namun, prestasi tersebut juga meninggalkan kesan mendalam karena timnya sempat menghadapi berbagai tudingan.
“Saya masih teringat itu, sedih sekali. Mau berprestasi malah dicurigai,” ujarnya.
Kariernya di sepak bola kemudian berlanjut ke tingkat nasional. Sumardji dipercaya menjadi manajer Timnas Indonesia, anggota Komite Eksekutif PSSI, serta Ketua Badan Tim Nasional atau BTN PSSI.
BTN merupakan badan di bawah PSSI yang bertugas mendukung pengelolaan, pembinaan, dan persiapan tim nasional Indonesia dari berbagai kelompok umur, baik putra maupun putri.
Sumardji juga pernah mendampingi Timnas Indonesia U-22 ketika menjuarai Piala AFF U-22 pada 2019 dan meraih medali perak SEA Games 2019. Prestasi itu turut mengiringi kenaikan pangkatnya dari AKBP menjadi Kombes Pol. Sindonews
Salah satu momen yang paling membekas bagi Sumardji adalah final SEA Games 2019 melawan Vietnam. Ketika pertandingan baru berjalan sekitar 15 menit, Evan Dimas mengalami cedera setelah mendapatkan tekel keras dan tidak dapat melanjutkan laga.
Sumardji mengaku sempat terpukul dan merasa bersalah atas kejadian tersebut. Tekanan yang dirasakannya bahkan membuat kondisi kesehatannya terganggu selama beberapa hari.
Kini, Sumardji kembali memasuki babak baru dalam perjalanan pengabdiannya. Dari seorang anak buruh tani, Bintara yang pernah bertugas mengurus rumah dinas, hingga dipercaya menduduki jabatan strategis di Korlantas Polri dan PSSI, perjalanan Sumardji menjadi potret panjang perjuangan yang dirintis dari bawah. (ma)


5 Poin Penting
- Mendapatkan jabatan baru: Kombes Pol Sumardji dipercaya menjadi Kasubdit STNK Ditregident Korlantas Polri setelah sebelumnya menjabat Kasubdit BPKB.
- Masuk gerbong rotasi Kapolri: Perpindahan jabatan tersebut tertuang dalam rangkaian mutasi melalui tiga Surat Telegram Kapolri tertanggal 30 Agustus 2026.
- Merintis karier dari bawah: Sumardji berasal dari keluarga buruh tani dan memulai karier kepolisian sebagai Bintara setelah lulus SMA pada 1992.
- Pernah menduduki jabatan strategis: Ia pernah menjadi Kapolresta Sidoarjo, Dirlantas Polda Bengkulu, Wadirpolairud Polda Metro Jaya, dan Kasubdit BPKB Korlantas Polri.
- Punya peran penting di sepak bola: Selain menjadi perwira Polri, Sumardji dikenal sebagai Ketua BTN, anggota Exco PSSI, serta sosok yang pernah mengelola Bhayangkara FC dan Timnas Indonesia.
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.