Viralterkini.id – Kalau kamu pikir standar kecantikan cuma tren zaman sekarang, mulai dari skincare, makeup sampai body goals, ternyata orang Mesir Kuno sudah memikirkannya sejak ribuan tahun lalu.
Peradaban ini bahkan dikenal sebagai salah satu yang paling peduli dengan penampilan. Mereka sudah membuat parfum, minyak tubuh dan berbagai perawatan kecantikan jauh sebelum industri beauty modern muncul. Bagi masyarakat Mesir Kuno, tampil menarik bukan cuma soal gaya, tetapi juga bagian dari budaya mereka.
Kata “Cantik di Mesir Kuno
Dalam bahasa Mesir Kuno, ada dua istilah yang sering digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang indah, yaitu “n” dan “nfr“. Kedua kata ini menjadi dasar bagi banyak istilah yang berkaitan dengan konsep kecantikan.
Sebagai contoh, kata “nfrwt” digunakan untuk menyebut perempuan muda yang cantik dan belum pernah melahirkan. Sejumlah sejarawan modern bahkan menerjemahkannya sebagai remaja perempuan. Sementara itu, istilah “nfrw” digunakan untuk menyebut remaja laki-laki.

Kecantikan Identik dengan Masa Muda
Dalam banyak lukisan dan patung Mesir Kuno, perempuan muda biasanya digambarkan dengan tubuh ramping dan siluet yang proporsional. Bentuk tubuh seperti ini dianggap sebagai standar kecantikan ideal.
Hal yang hampir sama juga berlaku bagi laki-laki. Namun, dalam seni Mesir, penggambaran pria yang menua biasanya dibuat lebih halus. Menariknya, para Firaun terkadang digambarkan sebagai pria lanjut usia setelah wafat, untuk menekankan kesan bijaksan dan penuh pengalaman.
Standar Kecantikan Pria
Ada satu fakta yang mungkin cukup mengejutkan—masyarakat Mesir Kuno menganggap janggut dan kumis sebagai sesuatu yang tidak bersih. Karena itu, banyak pria memilih untuk mencukur wajah mereka agar terlihat rapi dan menarik.
Bahkan, sebagian pria juga mencukur rambut asli mereka dan menggunakan wig atau rambut palsu.
Dalam berbagai karya seni Mesir Kuno, pria dengan kulit merah atau coklat kemerahan sering dianggap memiliki kulit yang ideal. Selain itu, pria bertubuh ramping biasanya dianggap lebih menarik dibandingkan pria bertubuh besar (gemuk).


Meski begitu, tokoh penting atau orang berkuasa sering digambarkan memiliki tubuh yang kuat dengan otot yang terlatih. Satu hal yang juga sangat penting dalam konsep kecantikan Mesir Kuno adalah simetri, baik pada wajah maupun tubuh.
Standar Kecantikan Wanita
Seperti halnya pria, rambut tubuh pada wanita juga tidak disukai. Namun, wig yang dikenakan oleh wanita biasanya jauh lebih rumit, panjang dan dekoratif dibandingan milik pria.
Perbedaan menarik lainnya ada pada warna kulit. Jika pria dianggap tampan dengan kulit kemerahan atau coklat, maka wanita yang dianggap cantik justru memiliki kulit berwarna emas atau pucat keemasan.
Hal ini juga berkaitan dengan status sosial. Wanita dari keluarga kaya lebih sering berada di dalam rumah sehingga kulit mereka tetap terang, sementara kulit yang lebih gelap sering dikatikan dengan wanita dari kalangan pekerja yang lebih sering berada di luar ruangan.


Tidak heran jika dalam seni dan tulisan di Mesir Kuno, kecantikan wanita jauh lebih sering dibahas dibandingkan kecantikan pria. Bahkan dalam beberapa tulisa, pesona peremouan digambarkan memiliki aroma yang rahum seperti parfum ilahi.
Nefertiti: lkon Kecantikan Mesir Kuno
Ketika berbicara tentang kecantikan Mesir Kuno, nama Ratu Nefertiti hampir selalu muncul.
Ia dikenal sebagai salah satu wanita paling cantik dalam sejarah dunia kuno. Dalam berbagai patung dan tulisan, wajah Nefertiti digambarkan sangat sismetris, sesuatu yang hingga sekarang masih dianggap sebagai salah satu bentuk kecantikan ideal.
Namun sayangnya, banyak orang saat ini lebih mengenal Nefertiti karena kecantikannya dibandingkan kontribusinya dalam sejarah Mesir. Padahal, namanya sendiri memiliki arti “Wanita Cantik telah Datang“


Hal ini menunjukkan betapa besarnya nilai yang diberikan masyarakat Mesir Kuno terhadapa penampilan fisik dan konsep kecantikan. (rby)
Source: How ancient Egypt shaped our idea of beauty The Inclusive Beauty of the Ancient Egyptians — Working Classicists Cosmetics in the Ancient World – World History Encyclopedia Men’s Beauty Rituals in Ancient Egypt – Beauty wellness
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.