KabarJawa.com– Pemkab Gunungkidul menunjukkan komitmen kuat dalam membangun sektor pertanian dengan menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) senilai sekitar Rp12 miliar kepada kelompok tani dan gabungan kelompok tani.
Pemerintah daerah secara resmi menyerahkan bantuan tersebut di Halaman Kantor Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul, Selasa (30/12/2025).
Pemerintah Kabupaten Gunungkidul mengambil langkah strategis ini sebagai upaya nyata mewujudkan visi besar Bupati Gunungkidul, yakni Tani Makmur.
Hal tersebut sekaligus memperkuat kedaulatan dan ketahanan pangan daerah. Pemerintah menempatkan sektor pertanian sebagai fondasi utama pembangunan ekonomi masyarakat pedesaan.
Penyerahan Bantuan Alsintan
Bupati Gunungkidul secara langsung memimpin prosesi penyerahan bantuan alsintan dan menegaskan bahwa program ini lahir dari sinergi kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan dukungan aspirasi legislatif.
Bupati menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan pembangunan pertanian berkelanjutan.
“Bantuan ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan aspirasi legislatif,” ujar Bupati Gunungkidul di hadapan para petani dan tamu undangan.
Dalam suasana penuh semangat, Bupati juga mengajak para petani untuk bangga terhadap profesi yang mereka tekuni. Ia menegaskan bahwa petani memegang peran strategis sebagai penjaga utama kedaulatan pangan bangsa.
“Petani adalah pahlawan pangan sejati. Petani menjaga pondasi kehidupan dan masa depan bangsa,” tegasnya.
Bupati Gunungkidul juga memberikan pesan khusus kepada seluruh penerima bantuan agar mengelola alsintan secara bijaksana dan bertanggung jawab.
Ia meminta kelompok tani untuk mengedepankan musyawarah dan kebersamaan dalam pemanfaatan alat agar tidak menimbulkan konflik di lapangan.
“Saya berharap para petani dapat mengelola bantuan ini secara adil melalui kesepakatan bersama, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh semua anggota kelompok,” pesannya.
Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi pertanian modern menjadi solusi atas keterbatasan tenaga kerja pertanian yang semakin berkurang.
Ia meyakini bahwa penggunaan alsintan mampu meningkatkan produktivitas, efisiensi pengolahan lahan, dan kesejahteraan petani.
“Saya berharap teknologi ini mampu meningkatkan produktivitas pertanian dan mengurangi ketergantungan pada tenaga manual yang kini semakin terbatas,” tambahnya.
Tidak hanya fokus pada mekanisasi pertanian, Bupati Gunungkidul juga berhasil mengupayakan pembangunan jaringan irigasi air tanah di 40 titik melalui dukungan Kementerian Pekerjaan Umum.
Pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp1,5 miliar per titik, sehingga total investasi irigasi ini mencapai nilai yang sangat signifikan untuk mendukung pertanian lahan kering di Gunungkidul.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul, Rismiyadi, melaporkan bahwa total nilai bantuan alsintan yang masuk ke Gunungkidul sepanjang tahun 2025 mencapai sekitar Rp12 miliar.
Ia menjelaskan bahwa bantuan tersebut berasal dari berbagai jalur koordinasi dan komunikasi intensif yang dilakukan pemerintah daerah.
Rincian Bantuan
“Ada bantuan traktor roda empat sebanyak 31 unit dengan total nilai sekitar Rp9,3 miliar,” jelas Rismiyadi.
Rismiyadi merinci bantuan traktor tersebut.
- 9 unit hasil komunikasi langsung Bupati Gunungkidul dengan Menteri Pertanian
- 6 unit melalui aspirasi Ketua Komisi IV DPR RI
- 7 unit bantuan melalui Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta
Pemerintah daerah juga menerima tambahan bantuan dari berbagai sumber pendukung lain.
Selain traktor roda empat, Dinas Pertanian dan Pangan juga menyerahkan 4 unit combine harvester, alat olah tanah jenis crawler, serta berbagai alsintan pendukung lainnya.
Pemerintah menyalurkan 5 unit power thresher, 13 unit pompa air, dan 3 unit alat tanam padi untuk memperkuat seluruh tahapan produksi pertanian, mulai dari pengolahan lahan hingga panen.
Rismiyadi menegaskan bahwa pemerintah memberikan bantuan ini sebagai amanah besar untuk mendukung program swasembada pangan nasional.
“Bantuan ini bukan hadiah, tetapi amanah dari pemerintah. Petani harus menjaga dan merawat alsintan ini agar tetap berfungsi optimal dan mampu meningkatkan pendapatan,” tegasnya.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul juga bergerak cepat dalam merespons ancaman serangan hama tikus yang berpotensi mengganggu produktivitas pertanian.
Dinas Pertanian dan Pangan langsung berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian untuk mengatasi permasalahan tersebut.
Hasilnya, pemerintah berhasil mendatangkan empat truk penuh pestisida yang terdiri dari rodentisida untuk pengendalian tikus, fungisida, insektisida, dan herbisida.
Pemerintah mendistribusikan bantuan tersebut kepada wilayah-wilayah rawan serangan hama guna melindungi tanaman petani.
Melalui penyaluran bantuan alsintan, pembangunan irigasi, serta pengendalian hama yang terintegrasi, Pemkab Gunungkidul menegaskan komitmen dalam membangun pertanian modern, tangguh, dan berdaya saing. (ef linangkung)
News
Berita Teknologi
Berita Olahraga
Sports news
sports
Motivation
football prediction
technology
Berita Technologi
Berita Terkini
Tempat Wisata
News Flash
Football
Gaming
Game News
Gamers
Jasa Artikel
Jasa Backlink
Agen234
Agen234
Agen234
Resep
Download Film
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.